BungaQQ 'Bunga99 KantinQQ helipoker BaikQQ
Berita Harian Terkini

Moeldoko Minta Kasus Pria Yang Ancam Penggal Jokowi Ditindak

Moeldoko Minta Kasus Pria Yang Ancam Penggal Jokowi Ditindak. Hermawan Susanto (27) diamankan polisi lantaran mengintimidasi dapat memotong kepala Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kepala Staf Presiden Moeldoko menjelaskan, tak ada maaf dalam masalah ini.

Moeldoko Minta Kasus Pria Yang Ancam Penggal Jokowi Ditindak

Moeldoko Minta Kasus Pria Yang Ancam Penggal Jokowi Ditindak

Warungasik Kumpulan Berita Haran Terkini Terakurat dan Terpercaya Moeldoko menjelaskan, masalah inilah lihat dari segi budaya bernegara. Presiden jadi lambang negara tak mestinya dihina ditambah lagi diancam dibunuh.

“Jangan sampai memperlakukan seseorang presiden, lambang negara ini semena-mena. Asal-asalan semacam itu,” kata Moeldoko pada wartawan di Kantor Staf Kepresidenan, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (14/5/2019). Moeldoko menyebutkan pemerintah tak bermain-main mengatasi masalah ini. Kesiagaan serta penyelamatan pada presiden dapat ditambah. Tapi baginya yg sangat penting biar masalah ini jadi pelajaran untuk seluruh pihak.

“Namun yg saya lihat ialah dari segi budaya, dari segi pelanggaran-pelanggaran hukum agar dimengerti secara baik, kalau itu tak layak. Jadi penduduk negara yg miliki budaya jangan sampai mengerjakan atau memperlakukan kepala negara jadi lambang negara semacam itu.

Warungasik Kumpulan Berita Haran Terkini Terakurat dan Terpercaya Menurut Moeldoko ada kejadian yg berkembang terakhir. Seorang mengerjakan tindakan yg melanggar hukum, sesudah ditindak polisi, lantas memohon maaf. Menurut dia akan tidak ada maaf dalam masalah Hermawan Susanto akan tetapi proses hukum biar ada resiko kapok ke depan untuk siapa saja.

BACA JUGA : Selain Sebagai Penyedia, Seungri Juga Mendapat Pelayanan Prostitusi

“Janganlah pula kejadian yg berkembang waktu ini. Seenaknya melakukan hal suatu hal sehabis polisi bertindak mohon maaf. Ini apa yg ini nih. Saya telah berikan ke Kapolri janganlah ada maaf. Tindak saja. Itu kelak dikasih maaf kian gak tertata negara ini,” pungkasnya.

“Biar tak asal-asalan kita bernegara ini. Ada tata kramanya, ada hukumnya, ada aturan-aturannya. Jika ini dilewatkan kelak negara ini berubah menjadi chaos, negara ini berubah menjadi perusuh, negara ini berubah menjadi tak tertata. Negara ini tetap harus tertata, gak bisa asal-asalan,” sambung Moeldoko menyatakan.

Hermawan Susanto (27) dijaring dengan clausal makar di KUHP serta UU Info serta Transaksi Elektronik (ITE) dengan bahaya pidana mati atau seumur hidup, atau pidana paling lama 20 tahun.

Kumpulan berita harian terkini, berita harian terbaru, berita harian terkini, Berita teraktual dan mancanegara

0 Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *